Pasti kalian udah tahu apa itu kunyit. Kegunaan kunyit sebagai meningkatkan warna makanan dan rasa makanan, bukan cuman itu, kunyit ternyata dapat menyembuhkan penyakit ringan sampai penyakit yang dapat mematikan.
Kunyit memiliki kandungan nutrisi yang luar biasa, dan kunyit juga memiliki kandungan zat-zat kimia yaitu curcumin (zat penyebab warna kuning pada kunyit), khasiat dari curcumin ini dapat mengurangi pertumbuhan sel dan dapat mematikan sel – sel penyakit yang dapat menyebebkan kanker.
Berdasarkan warta penelitian dan pengembangan tanaman industri volume 19 No.2 yang dikeluarkan oleh Dinas Pertanian Republik Indonesia. Manfaat kunyit bisa digunakan sebagai obat tradisional sekaligus antikanker dan anti tumor yang telah dibuktikan secara in-vitro. Kurkurminoid dalam kunyit merupakan antioksidan yang kuat dan memiliki daya antioksidan 8 kali lebih kuat dibandingkan dengan vitamin E.
Berikut fakta – fakta lain tentang khasiat kunyit.
- Mencegah Kanker
Curcumin dapat mencegah dan bahkan dianggap bisa mengobati berbagai jenis kanker seperti usus besar, pankreas, prostat, payudara, dan perut. Senyawa antiinflamasi yang terkandung dalam curcumin dapat menekan pertumbuhan tumor dan kanker.
Curcumin dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh dan melindungi tubuh dari penyakit yang merusak sel akibat radikal bebas dan mengurangi stres oksidatif. Para peneliti telah melakukan banyak percobaan pada potensi kunyit sebagai pengobatan komplementer pada pasien kanker.
Mereka juga menemukan bahwa curcumin secara selektif dapat menargetkan sel-sel kanker dan menghambat kemunculan dan pertumbuhan tumor. Kunyit juga membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit akibat kemoterapi.
- Membantu Mengendalikan Diabetes
Melansir everydayhealth, curcumin mampu menurunkan kadar glukosa yang dipercaya bisa mencegah diabetes tipe 1 dan 2. Hal tersebut berkat kandungan antiinflamasi dan antioksidan yang menekan kadar insulin serta menstabilkan gula darah dan lemak darah (hiperlipidemia). Hiperlipidemia berkolerasi dengan tingginya kolesterol jahat atau LDL.
Bahkan, sebuah studi menunjukkan bahwa curcumin 400 kali lebih kuat daripada obat diabetes seperti metformin, dengan mengaktifkan enzim yang menghambat proses degeneratif di tubuh atau enzim AMPK. Aktivasi AMPK inilah yang dianggap oleh para peneliti sebagai terapi pengobatan untuk diabetes tipe 2.
- Mengobati Depresi
Depresi merupakan kondisi medis yang menyebabkan perasaan sedih atau hilangnya minat melakukan aktivitas tertentu. Tentu kondisi ini dapat menggangu penderitanya.  Untungnya, depresi dapat diobati dengan sebuah penelitian, curcumin pada kunyit terbukti sama efektifnya dengan obat antidepresan seperti Prozac.
Hal tersebut juga didukung dengan pengujian lab yang menunjukkan bahwa kunyit dapat memengaruhi keseimbangan neurotransmitter di otak. Curcumin memiliki efek antidepresan dan ansiolitik yang mampu memodulasi kadar serotonin dan dopamin. Untuk mendapatkan khasiat antidepresan dari kunyit, cobalah konsumsi 1.000 mg kunyit selama setidaknya 6 minggu.
- Mencegah Alzheimer
Kunyit bisa meningkatkan kesehatan otak dengan melawan penyakit degeneratif seperti demensia dan Alzheimer. Meski hingga kini belum ditemukan obat untuk Alzheimer, namun kunyit setidaknya bisa membantu mencegah seseorang terkena penyakit tersebut.
Gangguan fungsi otak seperti Alzheimer berhubungan dengan peradangan dan kerusakan oksidatif yang menimbulkan penumpukan plak pada otak. Sementara curcumin dalam dosis yang tepat mampu membersihkan plak.
- Mengurangi risiko kambuhnya alergi dan asma
Alergi terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru mengidentifikasi zat asing sebagai bahaya, kemudian tubuh bereaksi berlebihan. Kandungan antiinflamasi kunyit dapat mengurangi kemungkinan kambuhnya asma karena membantu mengurangi obstruksi atau tersumbatnya pernapasan dan bisa menjadi pengobatan alternatif untuk asma.
Selain itu, penelitian menunjukkan curcumin membantu melawan banyak gejala yang berhubungan dengan alergi seperti bersin, hidung tersumbat, pilek, demam, sebagai obat gatal, dan mempercepat persembuhan pada luka.
Author : M. Robby