Ternyata ada Penjelasan ilmiah kenapa seseorang bisa kembali jatuh cinta dengan sang mantan kekasih yang telah berpisah sekian lama!
Tidak sengaja memikirkan mantan pasangan setelah sekian lama berpisah memang bisa terjadi pada semua orang. Hal ini biasa disebut dengan istilah CLBK, alias cinta lama bersemi kembali atau cinta lama belum kelar. Bertemu dengan teman-teman lama tentu menjadi kegiatan yang sangat dirindukan untuk bernostalgia, namun ternyata si mantan hadir juga dan sekarang lebih cantik!
Well, dengan keadaan seperti itu, rasanya tidak heran banyak orang yang baper dan kembali jatuh cinta dengan mantannya alias CLBK. Tetapi, sebenarnya ada alasan ilmiah yang melatar belakangi kenapa kita bisa jatuh cinta dengan mantan pasangan yang telah lama berpisah itu.
Seperti dilansir dari Menshealth, Nancy Kalish, Ph.D, yang berprofesi sebagai psikolog sekaligus pengajar di California State University, Amerika, mendapatkan fakta mengenai CLBK. Melalui penelitian berjudul “Lost Love Project” yang diadakan olehnya, kembali jatuh cinta dengan mantan pasangan alias CLBK terbukti disebabkan oleh hormon yang diproduksi oleh tubuh. Kesimpulan tersebut diambil setelah orang-orang yang menjadi responden menunjukkan hal demikian.
Kenapa Jempol Si Dia Goyang Pas Orgasme dan Kenapa Pria Lemah di Puting?
Penjelasan Ilmiah CLBK
Jadi, ketika seseorang jatuh cinta untuk pertama kalinya, ia akan memproduksi hormon oxytocin dan vasopressin yang membuatnya tertarik secara fisik, juga merasa dekat dan nyaman dengan lawan jenis pilihan. Tak hanya itu saja, diam-diam kedua hormon tersebut juga membentuk memori di otak dan menyimpannya rapat-rapat di dalam amygdala. Nah, setelah terpisah dan bertemu kembali dengan mantan pasangan, memori yang berisi berbagai emosi menyenangkan tersebut dilepaskan oleh amygdala dan membuatmu kembali tergoda.
So, walau tidak berencana untuk kembali jatuh cinta dengan mantan pasangan, nyatanya tubuh memiliki rencana lain. Secara otomatis, kamu akan merasa tertarik, dan tanpa sadar mulai menggali berbagai kenangan manis yang lama tersembunyi. Nah, kalau sudah begini, tidak ada salahnya membiarkan otak bekerja sesuai keinginannya daripada sia-sia melawan.
Tetapi, yang penting untuk diingat, jangan terus-menerus terbawa arus dan terjebak di dalam kubangan kenangan itu sendiri. Soalnya, kalau terlalu lama terpaku dengan masa lalu, bisa-bisa masa depan yang (mungkin) lebih baik terlewatkan begitu saja. Toh, jatuh cinta memang tidak perlu terburu-buru, kan?