Baru pertama kali ingin pakai jam tangan?
Pasti pernah punya atau punya teman yang nggak pernah pakai jam tangan tapi akhirnya ingin pakai jam tangan – tentu dengan berbagai alasan. Meski kebanyakan pria sekarang lebih mudah lihat waktu via ponpin alias ponsel pintar, pakai jam tangan jadi pilihan untuk … ya, bergaya.
Tampil gagah, tepatnya.
Maklum, tampilan gagah dan mantap dengan ponpin tak bisa dihubungkan dengan stelan kemeja dan celana rapi. Tapi begitu seseorang pakai jam tangan, dan terlihat mengangkat lengan kemeja untuk melihat jam di tangan, itu sebuah gaya bersensasi tersendiri jika desain jam tangan dan talinya mantap.
Ini jurus dasar untuk pakai jam tangan:
1
PILIH DETAIL SIMPEL
Pilih detail permukaan jam dengan diameter 38 hingga 42 milimeter. Jika jam terlihat terlalu besar memang oke tapi terkesan aneh dan konyol. Permukaan desainnya makin simpel, makin oke.
2
PERHATIKAN: APAKAH FIT?
Ya, apakah jam tangannya kendor atau tidak pas disemat di tangan? Kita, kaum Adam, kerap memakai jam dengan tali yang sedikit kendur. Itu justru bikin jam mahal jadi kelihatan murahan. Cara tes fit-tidaknya: jika digoyang, jamnya tak akan geser kemana-mana.
Bagaimana dengan model jam tangan ini?
Â
3
TALI JAM
Ingat baik-baik: pergelangan kulit lebih bersifat formal dan tentu pas untuk acara formal. Jangan pernah padukan pas pakai celana jins. Jadi lebih cocok dipakai pas mengenakan stelan jas. Pakai yang steel? Pilih warna perak dan emas putih. Cocok pakai apapun.
Apakah suka dengan yang model seperti ini?
4
HARGA MASUK AKAL
Harga terbaik tentu saja jumlah uang yang sanggup dibayar dari dompet kita. Ingat: jam mahal nggak berarti cocok dipakai. Terkadang malah jam tangan yang murah justru lebih kelihatan oke pas dikenakan. Tentu saja kenyamanan pas memakainya jadi patokan absolut!
Mungkin ingin detail desain jam kronograf (alias jam yang ber-stopwatch) yang keren, tapi ingat, yang paling penting adalah ada penunjuk waktu yang jelas dan tanggal hari. Bagaimana dengan model jam tangan ini?