Kolaborasi pastinya hasilkan komposisi asyik dan manis. Hentakan komposisi “All Good” ini jadi buktinya!
Kalau kata Robert Henri, pelukis asal Negeri Paman Sam sana,”Good composition is like a suspension bridge – each line adds strength and takes none away.”
Ya, komposisi bagus alias oke memang seperti medium jembatan bersuspensi. Masing-masing baris liriknya punya kekuatan yang hebat!
Setidaknya itu juga yang terdengar pas telinga menangkap dan melahap guratan komposisi dari singel terbaru milik Dipha Barus, All Good. Komposisi paling segar dari disjoki alias DJ yang tempo hari menghentak telinga dengan No One Can Stop Us.
Singel anyarnya ini masih kental dengan polesan suara nusantara yang kali ini diambil dari bebunyian Flores, Sumba Timur dan Papua sana. Dipha meraciknya jadi ritme dancehall ditingkahi dengan gaya ’80-an hingga akhirnya dibalut lagi dengan sound pop ala Negeri Sakura. All Good pun tak hanya menggoyang raga tapi juga rasa!
“Proses pembuatannya cukup memakan waktu, tapi semuanya diracik selama ada dalam perjalanan (sebelum akhirnya masuk studio). Bandara dan kamar hotel jadi area komposisi All Good dibuat,” cerita DJ berusia 32 tahun, pas peluncuran All Good di Artotel, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Semuanya dilakukan di negeri ini, tapi untuk proses mastering-nya dilakukan di luar negeri. Itu semua tak memakan waktu lama, tak sampai setahun.
Keunikan kolaborasi bareng Nadin
Bertemunya Dipha dan Nadin terbilang organik. Demikian pengakuan sang DJ yang punya nama lengkap Dipha Kresna Aditya Barus. Dipha ‘bertemu’ Nadin via media sosial Instagram (IG).
Nadin yang baru berusia 16 tahun jalan 17 tahun ini sempat kesemsem dengan melodi ritme yang dimiliki Dipha. Proses kolaborasi pun berlangsung. Hingga Dipha cukup kaget pula dengan referensi musik Nadin yang tak biasa karena usianya yang masih muda!
Serunya lagi, gara-gara singel ini Nadin yang belum genap 17 tahun ini bisa masuk DWP 2016 lalu. Ya, All Good bikin Nadin bisa mencicipi festival EDM terbesar di negeri ini tersebut. Sekaligus menandai pertamakalinya singel ini diluncurkan di publik EDM.
Tapi tenang, Nadin tak lantas jadi ‘negatif’. Justru,”Aku jadi berubah ke arah positif pas selama menulis singel All Good ini,” jelas sang cewek manis yang memang menulis lirik lagunya berdua bareng Dipha.
Bagaimana dengan Dipha?
Dj beralis tebal ini bilang kalau lirik singel ini didapatnya dari pengalaman pribadi dan lagu-lagu gereja yang kata-katanya menyentuh hati tapi disampaikan dalam bahasa universal.
Asyiknya, lirik All Good berhasil divisualisasi dengan kolase musik tropikal bernuansa retro futuristik yang kental.
Lucunya lagi, dalam berkarya, justru sosok David Bowie lah yang diakui Dipha memengaruhinya. Mantap!
Lalu apa yang ingin disampaikan Dipha via All Good?
“Jangan khawatir dengan semuanya (peristiwa-peristiwa buruk). Apapun yang terjadi, jangan khawatir.”
Mantap!